Sabtu, 06 Mei 2017

Drama di Angkasa Ketika Cuaca Buruk Tiba


Thanks God
Akhirnya bisa mendarat dengan selamat
Setelah drama diangkasa selama dua jam
Berasa terbang Jakarta Makasar bukan Jakarta Jogja
Perasaan sudah puluhan kali terbang ya
Tapi gue rasa ini penerbangan gue yang paling horor

Bukan sekali ini juga terbang dalam cuaca buruk .Dulu pernah kok waktu ke Padang dari mulai take off sampai landing itu yang namanya lampu tanda mengenakan seat belt dinyalakan karena perjalanan di udara seolah seperti melalui jalan berbatu. Cuaca buruk memang seringkali pesawat melewati awan hitam yang rasanya seperti melewati jalan berbatu kalau di darat.
Sama kaya sekarang , cuma bedanya kalau sekarang plus ibarat mendaki gunung menuruni lembah dengan kecepatan tinggi 

.
Can you imagine?
Mungkin ini kali ya yang disebut dengan turbulensi, di mana pesawat kaya ketarik gitu ke bawah dan kemudian kembali naik ke atas lagi. Rasanya itu seperti naik roler coaster gitu tapi gak pake adegan berputar sih memang.

Seandainya di langit ada halte sumpah gue pengen turun di halte itu dan melanjutkan penerbangan setelah cuaca bagus. Sayangnya di angkasa gak ada halte ya. Tapi mungkin di masa depan perlu dipikirkan tuh halte di angkasa yang bisa buat parkir pesawat sejenak sampai cuaca bagus.

Jadi kalau sekarang yang ada cuma bisa memejamkan mata dan banyak banyakin doa. Ya iyalah mau gimana lagi? Dan berharap waktu cepat berlalu.Setelah ada pemberitahuan mau landing sedikit lega, apalagi sudah terlihat lampu kota, walaupun awan di atas sana masih terasa seperti jalan berbatu.


Nyatanya drama belum selesai karena pilot memberitahukan bahwa pesawat harus berputar di atas kota Yogja menunggu giliran landing selama tiga puluh menit ke depan. Katanya sih landasan dipakai bergantian dengan pesawat lain.
What????
Can you imagine berputar di udara dalam cuaca buruk?
Hadewwww, ya sudahlah dinikmati saja. Perjalanan yang seharusnya 1 jam 10 menit itu jadi 2 jam.  Dan setelah itu akhirnya toh mendarat juga di Bandara Adisucipto Jogjakarta.
Reaksi:
0

0 komentar:

Posting Komentar