Jumat, 06 Maret 2015

Wajah Masjid Raya Bandung Dari Waktu ke Waktu


Sejak berdiri hingga saat ini, Masjid Raya Bandung sudah mengalami perombakan sebanyak 14 kali. Dari yang awalnya majid ini dibangun dengan bentuk rumah tradisional Sunda, kini sudah menjadi bangunan dengan arsitektur modern. 

1812. 
Pada awal berdiri, bangunan masjid Agung Bandung merupakan rumah panggung. Tiangnya dari kayu dengan dinding anyaman bambu dan beratap rumbia. Ada kolam air besar sebagai tempat mengambil air wudhlu. Kolam air sangat berjasa dalam memadamkan kebakaran yang terjadi di Alun-alun Bandung pada tahun 1825. 

1826 
Dilakukan perombakan dengan mengganti bilik bambu. Atap tidak lagi menggunakan rumbia tapi diganti atap dengan bahan kayu. 

1850 
Atas instruksi Bupati R.A Wiranatakusumah IV dilakukan perombakan dan perluasan bangunan masjid. Perombakan ini dilakukan bersamaan dengan dibangunnya Jalan Raya Pos (Groote Postweg). Atas masjid diganti dengan genteng dan dinding menjadi tembok batu bata. Atap berbentuk limas, bersusun tiga menjulang sehingga masyarakat mengenalnya dnegan sebutan bale nyungcung. Bangunan masjid ini diabadikan dalam bentuk lukisan oleh pelukis Inggris yaitu W Spreat di tahun 1852. 

1875 
Ditahun ini perubahan terlihat dengan penambahan pondasi juga tembok yang mengelilingi masjid. 

1900 
Bagian dalam masjid dilengkapi dengan mihrab dan teras yang berada di kiri dan kanan masjid. Teras ini dikenal sebagai pawestren. Penambahan fasilitas ini untuk mendukung kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid Agung ini seperti pengajian serta peringatan hari besar Islam. 

1930 
Dilakukan perombakan yang menjadikan pendopo sebagai teras masjid. Pembangunan juga dilakukan dengan menambahkan dua menara dengan atap yang bentuknya sama dengan atap masjid yaitu Nyungcung. 

1955 
Menjelang Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada tahun 1955 Presiden Soekarno merancang bangunan baru Masjid Agung. Kubah diganti menjadi bentuk segi empat bergaya timur tengah dengan ujungnya meruncing menyerupai bawang. Menara di kiir dan kanan masjid juga pawestren dan teras dibongkar. 

1970. 
Kubah berbentuk bawang diganti dengan kubah bukan berbentuk bawang. 

1973 
Lantai masjid diperluas dan dibuat tingkat. Ada tempat wudlu di basement. Dibangun menara baru di depan masjid dengan ornament logam bulat seperti bawang. Atap kubah masjid berbentuk joglo. 

2001 
Dilakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid agung Bandung pada tanggal 25 Pebruari 2001. Masjid Agung Bandung dan Alun-alun menjadi satu kesatuan. Atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola dengan diameter 30 meter. Di depan masjid dibangun menara kembar 19 lantai.
Reaksi:
0

0 komentar:

Posting Komentar