Rabu, 18 Februari 2015

Pengolahan kopi Aroma


Ada pintu kecil yang tertutup di bagian belakang toko kopi. Pintu ini hanya akan dibuka ketika si pemiliknya mengijinkan seseorang yang datang berkunjung untuk melihat proses pengolahan kopi di area pabrik kopi Aroma. Proses pengolahan ini sendiri sudah dimulai sejak jam 4 pagi oleh pemiliknya yaitu Pak Widyapratama. 

Para karyawan di bagian pengolahan ini sendiri baru akan datang dan memulai membantu pengolahan kopi pada jam 7 pagi. Pabrik akan mengolah kopi pada hari yang sama saat toko kopi buka yaitu dari hari Senen sampai Sabtu. Hari Minggu adalah hari libur bagi pemilik juga karyawan pabrik dan toko kopi Aroma ini.  

Di dalam pabrik pengolahan kita akan melihat tumpukan karung berisi biji kopi yang diberi nama daerah asalnya. Di sebuah gudang, Pak Widyapratama menjelaskan bahwa kopi yang akan di olah sebelumnya di simpan terlebih dahulu dengan jangka waktu yang berbeda. Lama penyimpanan kopi ini tergantung pada jenisnya. 

Untuk kopi jenis Arabika akan disimpan selama 8 tahun sebelum diolah. Sedangkan kopi jenis Robusta akan disimpan selama 5 tahun sebelum di olah. Penyimpanan ini sendiri bertujuan untuk menurunkan kadar asam yang terkandung pada kopi. Jadi jangan heran kalau kopi dari pabrik kopi Aroma ini bisa dinikmati bahkan sebelum makan karena tidak akan menyebabkan asam lambung naik. 


Kopi yang sudah di simpan akan dijemur hingga kering. Penjemuran ini juga masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan memakai sinar matahari. Jadi kalau cuaca mendung atau huan, maka tidak banyak kopi yang bisa diolah. Pak Widyapratama sendiri tidak menggunakan cara pengeringan yang instan, misalnya dengan cara oven. Ini dilakukan untuk tetap mempertahankan kualitas kopi yang dihasilkan. 


Menurut Pak Widyapratama, semua biji kopi bagus dari daerah manapun. Yang penting biji kopi dipetik saat sudah tua. Setelah kering biji kopi akan di garang dengan menggunakan mesin penggarang. Mesin ini menggunakan bahan bakar dari kayu. Dalam sehari pabrik kopi Aroma ini mampu mengolah kopi sebanyak kurang lebih 160 biji kopi mentah. 

Setelah diolah, maka kopi akan mengalami penyusutan sebanyak kurang lebih 20%. Sehingga pada akhir pengolahan akan diperoleh kopi sebanyak 125 kg saja. Namun jumlah itu bisa saja berkurang karena pabrik ini hanya akan mengolah kopi untuk kebutuhan penjualan sehari. 

Untuk dapat menikmati kopi Aroma ini, maka kita harus menyeduhnya dengan air panas yang sudah mendidih 100 derajat celcius. Jika menggunakan air yang dipanaskan dengan dispenser, maka bubuk kopi akan mengambang di atas dan rasa kopi tentu saja tidak akan nikmat. Menikmati kopi sebaiknya tidak dicampur dengan susu, karena susu bisa merusak kenikmatan sekaligus rasa kopi itu sendiri.
Reaksi:
1

1 komentar:

  1. Betul sekali, misal kita datang kebetulan ada pak Widya di toko, coba ajak ngobrol & tunjukan ketertarikan kita akan kopi aroma, nanti suka diajak jalan-jalan ke belakang.

    BalasHapus