Rabu, 11 Februari 2015

Naik Kereta Api Ke Bandung

Enaknya naik kereta itu adalah jadwal berangkatnya tepat waktu. Kecuali kalau ada bencana seperti banjir atau kecelakaan kereta api di suatu tempat. Tapi bencana ini tentu saja sangat jarang terjadi. Naik kereta juga anti macet, sehingga kita bisa menikmati perjalanan dengan sangat menyenangkan. 

Kita bisa makan dan minum di dalam kereta api sambil melihat-lihat pemandangan yang ada di luar jendela. Tidak perlu repot-repot membawa bekal untuk makan atau minum di perjalanan. Kita bisa memesan makanan dan minuman yang disediakan di dalam kereta. Harga makanan dan minuman di sini juga tidak mahal dan banyak pilihan. 


Dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung kita bisa melihat pemandangan sawah, hutan jati di daerah Cikampek, stasiun-stasiun kecil juga bukit dan jurang. Kita juga akan merasakan sensasi melewati terowongan Sasaksaat serta 3 jembatan baja yang berada di Ciganea, Cisomang serta Cikubang. 

Ketiga jembatan baja ini dibangun pada tahun 1869 oleh Staatspoorweg Maatschappij (SS), yaitu perusahaan kereta api pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Diantara ketiganya, jembatan Cikubang merupakan jembatan yang terpanjang dengan panjang 300 meter dan tinggi 80 meter dari dasar sungai Cikubang. Ada 4 pilar baja yang menopang , masing-masing seberat 122 ton dengan total berat 394,5 ton. 

Jembatan Cikubang mulai dioperasikan sejak tahun 1906 dan dikuatkan pada tahun 1953. Sedangkan jembatan Ciganea serta Cisomang panjangnya 223 meter dengan ketinggian 72 meter. 

Antara Purwakarta dan Padalarang, kita akan melewati terowongan Sasaksaat sepanjang 950 meter. Terowongan ini dibangun pada tahun 1902 – 1904 dengan mengandalkan tenaga kerja penduduk setempat melalui sistem kerja rodi. Di terowongan ini pula jenazah para pekerja rodi yang meninggal dikuburkan. 

Perjalanan Jakarta – Bandung menempuh jarak 151 km selama kurang lebih 3 jam. Jalur kereta api Jakarta – Bandung mulai dibangun sejak 16 Mei 1884 dan mulai beroperasi sejak 1869 hingga sekarang. Saat itu kereta api yang melewati adalah kereta api elit Vlugge Vier dengan lokomotif uap C28. Kereta api kuno ini memiliki kecepatan rata-rata 90 km/jam. 

Pada tahun 1970 pada jalur tersebut beroperasi kereta api Parahyangan yang kemudian ditambah dengan Kereta api eksekutif Argo Gede. Kini jalur tersebut masih tetap digunakan dengan kereta api Argo Parahyangan yang merupakan gabungan dari kereta api Parahyangan dan Argo Gede.
Reaksi:
1

1 komentar:

  1. Itu naik kereta eksekutif mbak ? Enak ke bandung hari biasa apa hari weekend ya ?

    BalasHapus