Jumat, 20 Februari 2015

Menyusuri Jalan Asia Afrika


Berjalan sepanjang jalan Asia Afrika Bandung bagaikan menyusuri sejarah Bandung tempo dulu. Di sini ada banyak gedung cagar budaya yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda. Di jalan Asia Afrika inilah kita bisa menikmati Paris Van Java yang sesungguhnya. 

Dulu pada awal berdirinya kota Bandung, jalan Asia Afrika bernama jalan Raya Pos (Postweg). Tepatnya tahun 1810 Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels menancapkan tongkat di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Titik 0 Bandung. 

Hal ini terjadi setelah Daendels berhasil membujuk Bupati Bandung ke-6 yaitu Raden Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibukot Bandung ke lokasi yang sekarang dikenal dengan Alun-alun Bandung. Sebelumnya ibukota Bandung berada di Karapyak yang berjarak sekitar 16 km Selatan Bandung. 

Di jalan Asia Afrika ini kita bisa menikmati keindahan gedung-gedung lama juga alun-alun Bandung serta masjid Agung Bandung. Kita juga bisa mampir ke Museum Asia Afrika yang berada di dalam gedung Merdeka. Dari sini kita bisa meneruskan perjalanan menuju Jalan Braga. 

Ada beberapa gedung bersejarah lainnya di Jalan Asia afrika ini yang hingga kini masih terawat dan digunakan dengan baik. Diantaranya adalah Hotel Savoy Homan dan Hotel Preanger. Apotek Kimia Farma serta Gedung Pikiran Rakyat yang berada tepat di depan Hotel Savoy Homan. Di sebelah Hotel Savoy Homan kita juga bisa melihat bangunan bekas supermarket pertama di Bandung yang kini dipakai sebagai kantor sebuah bank swasta.

Foto-foto lain tentang di jalan Asia Afrika Bandung bisa dilihat di sini : 
Reaksi:
0

0 komentar:

Posting Komentar