Selasa, 17 Februari 2015

Kopi Aroma, Kopi Legendaris Bandung


Di pojokan jalan Banceuy, kita akan bertemu dengan sebuah bangunan lama yang diatasnya bertuliskan “ Aroma - Paberik kopi”. Tempat yang lokasinya di hoek ini juga bisa kita tempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit dari jalan yang tepat berada di depan Pasar Baru. Yang ada di Jalan Banceuy No.51 ini adalah bangunan Pabrik sekaligus toko Kopi Aroma. 

Pabrik dan Toko kopi Aroma ini sudah ada sejak tahun 1930. Jadi kalau kita ingin membeli oleh-oleh dari Bandung yang berbeda, maka kita bisa datang ke tempat ini. Kopi Aroma Bandung ini diolah dengan cara tradisional dan menggunakan mesin yang digunakan sejak pabrik kopi ini berdiri. Toko kopi Aroma buka sejak jam 9 pagi hingga jam 14.30 siang hari. 

Di bawah tulisan Aroma ada pintu yang tertutup rapat. Ini karena bangunan ini memang digunakan sebagai pabrik pengolahan kopi dan penyimpanan kopi. Jika ingin membeli kopi, maka kita bisa lewat pintu terbuka yang ada di bagian hoek dari bangunan ini. Dari pintu kecil ini kita akan melihat antrian para pembeli kopi. 

Dari pintu ini juga kita bisa melihat langsung para karyawan dan pemilik toko kopi ini dengan cekatan membungkus kopi serta melayani para pembeli. Kopi Aroma ini dijual dalam kemasan ¼ kg atau 250 gram. Ada 3 macam kopi yang bisa kita pilih di sini yaitu kopi Arabka, Robusta atau campuran Arabika dan Robusta. Hanya saja kita hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 kg saja dalam sekali transaksi. 


Pak Widya si pemilik kopi Aroma menjelaskan, pembatasan jumlah pembelian ini agar banyak orang yang bisa membeli kopi di sini. Pengolahan kopi Aroma sendiri hanya terbatas, sedangkan peminatnya banyak. Jadi jumlah pembelian harus dibatasi. Toko kopi Aroma ini juga tidak membuka cabang di manapun.


Reaksi:
8

8 komentar:

  1. liat bangunan tuwa di aroma paberik kopi jadi inget masa lalu kala jaman bandung lautanapi euy...nostalgia banget tuh paberik kopi bandung tea teh....tania...oh tania...dimanakah engkau kini kenanganku

    BalasHapus
  2. Komentar Anda akan terlihat setelah disetujui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiahahaha,mang lembu paling bisa deh :-)

      Hapus
  3. Hmm.... Jadi pengen kesana deh, padahal bolak balik Bandung tapi nggak pernah kesana hiks

    BalasHapus
  4. Asik..asik.. ngopi.. ngopi ... :D

    BalasHapus
  5. Ejaannya masih ejaan lama ya, paberik...

    BalasHapus
  6. Heran, Bandung selalu keren. Lengkaaap, sejarahnya pun dituliskan. Sukses! :D

    BalasHapus
  7. Itu diprosesnya bisa dengan mesin kopi kan ya gan? Apa dari setiap kopi itu mesinnya harus beda-beda? :o

    BalasHapus