Kamis, 25 Desember 2014

Mengenal Sejarah Museum Taman Prasasti Jakarta


Dulu museum yang berada di samping kantor walikota Jakarta Pusat ini lebih dikenal sebagai pemakaman Kebon Jahe Kober. Nama lain dari pemakaman ini adalah Kerkhof Laan. Makam ini dibangun pada tanggal 28 September 1795 dengan luas 5,9 hektar. Ada tembok keliling yang membatasinya. 

Dilihat dari tanggal dibangunnya, makam Kebon JAhe Kober ini adalah makam tertua di dunia. Ini jika dibandingkan dengan beberapa makam tua lain di dunia seperti : 
  • Fort Cannin Park di Singapura (1926)
  • Hill Cemetery di Sidney (1868)
  • La Chaise Cemetery di Paris (1803)
  • Mount Auburn Cemetery di Cambridge (1831)
  • Arlington National Cemetery di Washington DC (1864)
Makam Kebon Jahe Kober ini dulunya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia juga orang-orang pribumi yang kedudukannya dianggap setara dnegan orang Belanda. Saat itu angka kematian di Batavia cukup tinggi karena ada wabah penyakit menular diantaranya malaria serta diare. 

Sebelumnya di Batavia sudah ada kompleks pemakaman yang berada di Gereja Belanda Baru (Nieuwe Holandsche Kerk). Sekarang tempat tersebut digunakan sebagai museum wayang. Namun pemakaman ini tidak dapat menampung orang-orang Belanda yang meninggal. Inilah alasan dibangunnya pemakaman baru yang kemudian diberi nama Kerkhof Laan. 

Nisan dan makam orang-orang Belanda yang ada di Gereja Belanda Baru kemudian di pindahkan ke Kerkhof Laan. Pada tahun 1808 Gereja Belanda Baru dibongkar. Pemakaman di Kebon Jahe Kober ini berlangsung hingga Indonesia Merdeka. 

Beberapa orang penting yang dimakamkan di sini diantaranya adalah : 
  • Olivia Marianne Rafless yaitu istri Gubernur Jenderal Inggris Sir Thomas tamford Raffles yang juga menjadi pendiri Singapura (1814)
  • Dr. H.F Roll yang merupakan pendiri sekolah kedokteran Stovia(1935)
  • Dr. J.L.A Brandes yang dikenal sebagai ahli sejarah purbakala Indonesia(1905)
  • Mayjen J.H.R Kohler yaitu komandan Belanda yang mati tertembak di Aceh (1873)
  • Pieter Eberveld atau dikenal juga sebagai Pangeran Pecah Kulit, orang Belanda yang membela rakyat Batavia sehingga dihukum oleh Belanda dengan ditarik kuda dari empat arah hingga mati. 
  • Soe Hoek Gie yang menjadi aktivis mahasiswa tahun 1960 an 
Pemakaman Kebon Jahe Kober ini ditutup oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1975. Sebagian besar jenazah yang ada di sini direlokasi ke pemakaman Menteng Pulo juga Tanah Kusir. Ada juga yang dibawa oleh keluarganya ke Belanda. 

Kini pemakaman Kebon Jahe Kober ini hanya memiliki luas 1,3 hektar. Di sini ada 1. 200 prasasti dan makam. Selain itu ada juga peti jenazah asli yang digunakan untuk jenazah Proklamator R.I yaitu Bung KArno dan Bung Hatta. Peti jenazah ini disimpan dalam lemari kaca yang ada di kawasan pemakaman. Selain itu di sini juga ada duplikat kereta jenazah. 

Pada tanggal 9 Juli 1977 pemakaman Kebon Jahe Kober diresmikan sebagai Museum Taman Prasasti oleh Gubernur Ali Sadikin. 


Reaksi:
3

3 komentar:

  1. saya pernah mengguratkan kenangan manisdi museum taman prasasti ini bersamanya deh

    BalasHapus
  2. Bagus banget, kita bisa belajar banyak.

    BalasHapus
  3. Aku ngak suka ke museum, aku orang nya cepet move on jadi ngak mau mengenang masa lalu #Dikeplak #melenggosTampan :-(

    BalasHapus