Senin, 20 Oktober 2014

Melihat Konservasi Penyu Di Pulau Kelapa Dua


Setelah selesai sarapan pagi kali ini acara kami adalah ke Pulau Kelapa Dua. Di sini ada perwakilan kantor Taman Nasional Kepulauan Seribu. Salah satu yang bisa dilihat di sini adalah penangkaran Penyu Sisik. 


Walaupun tidak sebesar penangkaran penyu sisik yang ada di Pulau Pramuka, tapi setidaknya di sini kita bisa melihat beberapa tukik dan penyu sisik dewasa. 

Tempat konservasi ini berada di tepi pantai pulau Kelapa Dua. Dari Pulau Harapan, butuh waktu sekitar 10 menit naik perahu untuk sampai ke Pulau Kelapa Dua.



Penangkaran penyu yang ada di Pulau Kelapa Dua ini merupakan penangkaran Penyu Semi Alami. Telur-telur penyu yang ada di pusat penangkaran ini diambil dari pulau-pulau yang ada di wilayah kerja Taman Nasional, yaitu pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Pulau Seribu Utara. 


Biasanya penyu akan bertelur pada bulan Januari hingga Maret. Untuk mengambil telur-telur ini pihak Taman Nasional sudah mempunyai orang-orang yang mengetahui jejak penyu yang akan bertelur. Sekali bertelur, penyu mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan telur. 

Telur yang ditemukan akan dimasukkan ke dalam ember berisi pasir. Di sini telur akan didiamkan selama lebih kurang 2 bulan hingga menetas. Walaupun di Taman Nasional ini banyak dijumpai Penyu Sisik, tapi seringkali juga ditemukan penyu jenis lain karena di sini adalah perairan bebas. 


Pusat penangkaran penyu ini dibuat dengan tujuan : 
  1. Memperbanyak habitat Penyu Sisik 
  2. Menyelamatkan Penyu Sisik dari Predator seperti biawak, elang serta manusia
  3. Membuat keseimbangan perairan. Ini karena penyu suka mematuk karang sehingga karang akan bersih. Jika karang bersih maka ikan pun akan banyak. 
Penyu yang dibesarkan di penangkaran ini diberi makan ikan selar. Bagi penyu yang masih kecil, maka ikan selar tersebut akan dipotong-potong kecil-kecil agar mudah dimakan. Sedangkan penyu dewasa, ikan selar yang diberikan juga dipotong tapi dalam ukuran potongan besar. 

Jika berkunjung ke pusat penangkaran penyu ini, kita perlu juga menjaga kenyamanan para penyu-penyu ini. Jika kalian memotret penyu maka usahakan jangan memakai lampu apalagi ketika memotret penyu dewasa yang akan bertelur. Ini karena cahaya bisa mengganggu psikomotorik mata penyu. Kamu juga harus tahu kalau penyu bertelur di tempat yang gelap tanpa cahaya sama sekali. 

Sebenarnya di sini sudah ditempeli tulisan yang melarang kita memegang penyu. Tapi selalu ada saja yang memegang penyu tanpa sepengetahuan petugas. Jika kalian memang ingin memegang penyu, jangan lama-lama karena penyu bisa strees. 

Jadi kalau berkunjung ke sini jangan hanya memikirkan kesenangan diri sendiri, apalagi kesombongan diri dengan bisa berfoto narsis dengan penyu. Pikirkan juga kenyamanan penyu, karena penyu juga makhluk hidup yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan biota laut. 











Reaksi:
5

5 komentar:

  1. nah lo, foto narsis sama penyu, dimana penyunya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ada larangan memegang penyu mas apalagi foto narsis bareng penyu :P

      Hapus
  2. seang sekali bisa jalan-jalan di pulau seri, apalagi sambil bermain di kawasan konservasi penyu ya Mba.

    BalasHapus
  3. Miara penyu boleh juga nih hehe penyu tergolong hewan yang jinak iya mbak? :)

    BalasHapus