Jumat, 24 Oktober 2014

Keberuntungan Dalam Perjalanan Di Pulau Harapan


Sebenarnya ini adalah kisah-kisah lucu hingga mengharu biru (*halah) yang terjadi selama kegiatan Writing Gateway di Pulau Harapan kemaren. Ada kisah hilangnya uang mbak Indri di My Hotel, hotel tempat kami transit. Ada kisah hilangnya gigi palsu mbak Hani, juga hilangnya handphone mbak Dala. Sampai cerita melon yang menghebohkan juga cerita mas Maskur, pemandu yang melayani kami dengan sepenuh hati selama di sana. 

Ketika turun dari kapal kami dijemput oleh mas Maskur di pelabuhan Pulau Harapan. Dari sini aku sudah berpikir bahwa dia adalah pemandu yang care. Hingga akhirnya kami sampai di home stay dan sudah tersedia makanan. feelingku adalah perjalanan kami akan menyenangkan karena urusan makan bisa diselesaikan dengan memuaskan. 

Setelah makan siang kegiatan dilanjutkan dengan acara snorkeling. Semua sangat bersemangat. Apalagi ketika sampai di Pulau Dolphin pemandu kami, si mas Maskur itu menjelaskan cara snorkeling dengan amat baik. Acara turun ke laut pun menjadi menyenangkan, padahal ada beberapa diantara kami yang gak bisa berenang, salah satunya adalah mbak Indri. Tapi mas Maskur ini dengan sabar mengajari teman-teman yang tidak bisa berenang ini dengan sabar. 

Snorkeling di spot pertama di Pulau Dolphin pun berakhir dengan memuaskan. Kami pun beranjak ke spot berikutnya, dan pilihan kami jatuh ke Pulau Genteng Besar. Setelah teman-teman turun ke laut, Alya justru menelpon. Tapi telpon Alya kali ini adalah kabar gembira bagi mbak Indri. Karena pihak My Hotel memberitahukan kalau uang mbak Indri ditemukan.

Alya ikutan bahagia, walaupun itu bukan uang miliknya. Tapi begitu memanggil mbak Indri berkali-kali ternyata tidak di dengar. Setelah kami memandang ke sekeliling ternyata mbak Indri masih belajar dengan tekun pada mas Maskur, si pemandu kami, yang dengan sepenuh hati mengajari mbak Indri snorkeling di tempat yang lebih dalam. 

Ketika mbak Indri mendekat ke perahu, tentu saja ia sangat bahagia dengan berita ini. Tapi kegembiraan mbak Indri ini dibarengi dengan kehilangan kedua dari mbak Hani. Kali ini mbak Hani yang saat itu memang lagi flu bersin di dekat perahu. Pada saat bersin inilah gigi palsu mbak Hani terlepas. Orang-orang yang ada di dekat perahu itu pun sibuk mencari gigi palsu mbak Hani. 

Tidak mdah memang menemukan gigi palsu mbak Hani. Ini karena warna gigi palsu itu tersamar dengan warna batu karang. Tapi akhirnya toh ketemu juga karena salah satu gigi palsu itu ada yang berwarna orange sehingga terlihat rada berbeda dengan warna batu karang. 

Menjelang senja kami ingin menikmati sunset di tempat yang lebih nyaman. Maka pergilah kami ke pulau Genteng Kecil, tapi toh akhirnya kami tidak bisa menyaksikan sunset dari sana. Akhirnya kami pun memutuskan kembali ke Pulau Harapan. Ketika perahu baru saja beranjak dari deraga, tiba-tiba mbak Dala tersadar kalau HP nya tidak ada. Akhirnya perau kami pun memutar dan merapat kembali ke dermaga Pulau Genteng Kecil. Sebagian besar dari kami turun dan mencari. TApi toh akhirnya lagi-lagi Alya yang terakhir turun, dia yang melihat Hp mbak Dala melambai-lambai diterpa air di pasir pantai. 

Kamipun kembali ke Pulau Harapan dengan hati lega. Toh Hp mbak Dala masih bisa diselamatkan. Sampai di homestay mbak Dala langsung merendam HP miliknya dnegan air tawar. Di masukkan ke dalam palstik. Aku bahkan mengira plastik itu berisi ikan yang ditemukan ketika snorkeling. Dan ternyata aku tertipu. 

Sampai di Homestay makanan sudah tersedia. Kali ini buah yang disajikan adalah melon. Entah karena pada lapar atau memang melon ini enak, yang jelas aku masih mendapatkan irisan terakhir, tapi setelah itu ada yang penasaran karena tidak kebagian melon. Dan cerita melon ini sebenarnya panjang tapi mungkin akan diceritakan oleh teman yang lain dalam postingan mereka. 

Kalau aku rasa ditemukannya semua barang yang hilang milik teman-teman kami adalah dari faktor kebahagiaan di hati mereka masing-masing. Sehingga perasaan kehilangan akan benda-benda penting milik mereka itu tidak menjadikan beban pikiran dan perasaan mereka. Transaksi hati memang selalu di dominasi oleh rasa cinta dan bahagia. 



Reaksi:
4

4 komentar:

  1. keberuntungan di pulau harapannya tentu hambar, soalnya saya ngga ikut seh.

    BalasHapus
  2. Wah, perjalanan penuh kemeriahan dan sangat berkesan meskipun diselingi dengan insiden"kehilangan"...

    BalasHapus
  3. saya harus ngguyu kemekelen...itu critanya gimana ada gigi palsu kok bisa sampai hilang...ikut jalan2 juga ya... :D

    BalasHapus
  4. Mba Astri Jalan-jalannya jauh terus yah sampai pulau Harapan xixiii... oleh2 nya mana mba ...

    BalasHapus