Senin, 06 Oktober 2014

Berkunjung Ke Petilasan Kraton Kartosuro

Ketika pertama kali datang ke tempat ini aku sedikit bingung. Tadinya aku berharap bisa melihat reruntuhan atau sisa-sisa puing bangunan keraton Kartosuro. Namun yang ada di sana hanyalah sebuah papan petunjuk tentang keberadaan benda Cagar Budaya. 

Yang tersisa dari situs Kraton Kartosuro ini hanyalah sebuah tembok yang membentang dari utara ke selatan. Benteng ini terdiri dari susunan batu bata dengan ketebalan sekitar 1,5-1,7 meter. Sesungguhnya luas pagar bagian dalam (Baluwarti) adalah 2,5 hektar sedangkan luas pagar bagian luar sekitar 12 hektar. Dari keseluruhan area Baluwarti, area seluas 2 hektar merupakan makam. 

Kita sudah tidak bisa lagi menjumpai kedaton dari Keraton Kartosuro ini. Lokasi kedaton tersebut kini sudah menjadi area pemakaman. 

Di tempat ini dimakamkan bangsawan Kraton Kasunanan Surakarta diantaranya Mas Ngabei Sukorejo, BRAY. Sedah Mirah yang merupakan selir dari Sunan Paku Buwana IX serta KPH Adinegoro. Sedangkan bekas Kedaton Kraton Kartosuro dulu ditandai dengan dua buah batu besar di bawah pohon beringin di area pemakaman tersebut.

Kartosuro adalah sebuah kota Kecamatan yang letaknya dekat dengan kota Solo atau Surakarta. Tepatnya di Desa Krapyak, Kecamatan Kartosuro Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Dulu, sebelum Kraton Kartosuro ini dibangun, tempat ini merupakan sebuah hutan yang dikenal dengan nama Hutan Wanakerta. 


Di area petilasan Kraton KArtosuro ini juga bisa dijumpai sebuah gundukan tanah yang dikenal sebagai Gunung kunci. DI sini juga ada bekas kolam segaran yang kini telah menjadi lapangan. Ada juga masjid yang dibangun oleh Sunan Paku Buwono II yang memerintah pada tahun 1792-1810. 




Reaksi:
16

16 komentar:

  1. aahhh kerja dinasnya mbak astri keren kerennn kapan nih saya di ajak?? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan-kapan jalan bareng dirimu ya Angki :)

      Hapus
  2. saya sudah sangat sering ke kartosuro tpi bum pernah kesini...hehe, jadi malu...trimakasih untuk infrmasinya mbak ya :)

    BalasHapus
  3. waw keren nih mbak yang satu ini, saya malah belum pernah ke kraton kartosuro, nanti ajak saya ya heheh...

    dari kemarin saya gak bisa koment ke sini, gegara ada capcaynya, saya pakai hp ... sekarang bisa karena pakai kompi heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah suatu saat nanti dirimu akan sampai Solo dan KArtosuro juga ya mang :)

      Hapus
  4. meskipun situsnya hanya sebuah tembok tapi tetap menarik untuk dikunjungi...selamat lebaran idul adha ya....mohon dimaafkan bila ada salah kata dan khilaf sikap selama ngeblog....keep happy blogging always...salam dari makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jarang dikunjungi orang gini yang menarik mas ... thanks ya atas kunjungannya mas :)

      Hapus
  5. saya pernah hampir 6 bulan tinggal di deket deket Keraton Kerosuro ini ngga tau tahunnya lupa, pokoknya waktu tinggal disana selama 6 bulan itu, pak presidennya masih pak Soeharto deh...tahun berapaa gituh lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. halah mas ... itu sih jaman aku masih SMU kali .... :D

      Hapus
  6. kalau ke Jawa Tengah tepatnya Jogja, saya tidak pernah kemana-mana lagi mbak, ke Malioboro, Parang Tritis, Borobudur
    kalau ke Karton Kertosuro masih belum, sepertinya perlu di kunjungi juga nich

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kartosuro itu kalau dari Jogja sebelumnya Solo :)

      Hapus
  7. Eyang saya dimakamkan di puncak Gn Kunci, informasi yg didapat bahwa yg dimakamkan di sana kelg dr kraton Surakarta (Kasunanan ) dari garis eyang putri Mangkuyudho (diperkirakan saat suami beliau bertugas era pemisahan Pakubuwanan menjadi Pakubuwanan III (Solo) dan Hamengkubuwanan I (Yogyakarta).....sejarawan mungkin bisa lebih menggali bukti sejarah dan infonya di lokasi ini dan lokasi terkait lainnya di pemakaman Astana Klegen,Delanggu, wallahu a'lam

    BalasHapus
    Balasan
    1. AKu pernah denger GUnung Kunci tapi belum pernah ke sana :)

      Hapus
  8. Aku malah baru tau ada situs ini... wah nambah ilmu nih...
    Thanks for sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan-kapan dirimu ke sana ya mak :)

      Hapus