Senin, 11 Agustus 2014

Riset itu Penting Sebelum Traveling

Riset sebelum traveling itu hukumnya wajib. Traveling tanpa riset itu sama artinya dengan jalan tanpa tujuan. Terkadang sudah riset saja bisa salah tujuan, apalagi kalau tidak riset. 

Riset bisa dilakukan dengan searching melalui internet. Melihat-lihat blog traveller lainnya yang sudah membuat catatan perjalanan tentang tempat yang ingin kita datangi.  Selain melalui internet kita juga bisa riset dengan membaca buku-buku traveling atau artikel traveling di media cetak. BIsa juga bertanya langsung pada teman-teman sesama traveler di grup-grup traveling

Dengan demikian kita bisa : 
  • Tahu apa saja yang bisa kita lihat di sana
  • Tahu dengan apa kita harus ke sana (transportasi) 
  • Merencanakan berapa biaya yang diperlukan 
  • Menentukan di mana tempat makan yang enak, khas  dan murah meriah tentunya
  • Menentukan sekaligus memsan penginapan yang nyaman dan dekat dengan tempat yang akan kita datangi
  • Merencanakan untuk mendatangi tempat-tempat belanja yang ada di sekitar tempat menginap
  • Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi 
  • Menyusun jadwal kegiatan selama traveling
  • Tahu beberapa info penting lainnya sesuai dengan kebutuhan. 

Aku selalu melakukan riset sebelum pergi ke suatu tempat. Seperti misalnya beberapa bulan lalu aku pergi ke Bandung. Tujuanku adalah pergi ke pabrik kopi Aroma Bandung yang sudah terkenal di daerah Banceuy. Untuk bisa ke sana akhirnya aku naik taksi karena gak hafal dengan angkot di Bandung. Toh tempatnya gak begitu jauh dari hotel tempatku menginap yaitu di Gino Feruci Kebon Jati. 

Besok aku mau ke Bandung lagi. Kali ini aku kembali riset, mencari tempat-tempat wisata yang dekat dengan tempatku menginap yaitu Hotel Golden Flower di jalan Asia Afrika. Hotel ini lebih dekat dengan pabrik kopi Aroma sebenarnya dibanding dengan hotel tempatku menginap dulu. 

Yang membuat sakit hati adalah pas aku riset, ternyata ada dua pabrik kopi yang juga umurnya sudah setua Aroma. Keduanya adalah Pabrik Kopi Javaco dan Malabar. Dan keduanya berlokasi di dekat hotel tempatku menginap yaitu di daerah Kebon Jati. Dari hotel tempatku menginap dulu bisa dicapai dengan jalan kaki. 


JAdi seharusnya dulu aku berjalan kaki ke pabrik kopi Javaco dan Malabar. Sedangkan sekarang seharusnya aku berjalan kaki ke pabrik kopi Aroma yang letaknya dibelakang Golden Flower. Sayangnya yang terjadi sekarang adalah sebaliknya. 

Dengan riset saja masih bisa tertukar tujuan wisata menarik, apalagi kalau tidak pake riset. 


Reaksi:
9

9 komentar:

  1. Sebagai pelaku traveling, saya sepakat dengan RISET terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan wisata. Terlebih pada wilayah atau lokasi wisata yang belum pernah kita datangi sama sekali atau BUTA lokasinya. Ada banyak cara untuk melakukan riset bisa melalui internet, buku panduan wisata kota tersebut atau dari rekan traveler yang sudah pernah mengunjungi wilayah tersebut. Namun ada sebagian wisatawan yang senang langsung to the spot. Langsung ke TKP tanpa riset terlebih dahulu. Mereka senang berpetualang. Yang namanya wisata tidak selalu bersifat INDAH atau keindahan.

    Kecopetan , kena pukul orang, atau apa saja yang menjengkelkan atau menyengsarakan adalah bagian yg tidak terpisahkan bagi seorang Traveller. Simak tulisan dan bukunya "the Naked traveler" nya tirniti. Semuanya ada di sana. Suka duka nya seorang Traveler. Saya belajar dari sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju pake banget mas Asep HAryanto ... dengan riset kita bisa tahu kejadian yang tidak menyenangkan yang bisa saja terjadi sewaktu kita jalan-jalan ... jadi kita bisa mengantisipasi lebih awal :)

      Hapus
    2. sayaboleh ikut sepakat ngga?

      Hapus
  2. Setuju parah Mbaaa >,< Pernah nggak riset sama sekali, ujung-ujungnya ketipu di tempat wisata yang scam gituuu... banyak duit keluar deh T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. BW juga bisa sekaligus riset ya una :D

      Hapus
  3. AKu paling suka riset dg bw ke blog atau review personal atau keluarga krn biasanya mereka kasih tau hal2 yg perlu diwaspadai. Kalau opini atau review traveler kurang suka krn mereka selalu melihat dari sudut pandang menariknya. Paling2 suka dg foto2nya aja. Namanya juga traveler, sudah hobi, apapun jadi menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Lusi lebih aktual riset di blog review personal dengan foto-foto yang ala gue banget, seringkali ada juga kok blog traveler yang bukan hasil kunjungan sendiri :D

      Hapus