Rabu, 02 Juli 2014

Rumah Adat Sulawesi Tengah


Tidak banyak orang tahu tentang keberadaan rumah adat ini. Untunglah aku bertemu dengan bu Nurdalifah yang sehari-harinya bertugas sebagai guru di SLBN Marawola Sigi Sulawesi Tengah. Sejak kecil ibu Nurdalifah memang tinggal di rumah adat ini. Hingga rumah adat ini dijadikan sebagai tempat wisata dan beliau beserta keluarganya pindah ke Sigi. 

Rumah adat Sulawesi Tengah ini terletak tidak jauh dari pantai Lere. Tepatnya di Jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Lere Kecamatan Palu Kota Palu. Ada seorang penjaga yang khusus merawat rumah adat ini. Walaupun rumah adat ini dibuka untuk umum dan bisa dikunjungi setiap saat, tapi tetap saja kita harus menunggu si penjaga datang. 


Rumah adat Sulawesi Tengah 
Sayangnya saat aku ke sana masih terlalu pagi dan penjaga belum datang. Jadilah aku tidak bisa masuk ke rumah adat. Namun aku bisa masuk ke rumah adat yang dijadikan rumah tinggal di sebelahnya.Kebetulan saat itu ada juga crew dari TV one yang sedang menyiapkan liputan hidangan Kaili.

Ketika memasuki pintu gerbang kita akan melihat dua bangunan rumah panggung. Yang satu adalah rumah adat . Satunya lagi adalah rumah panggung yang dijadikan sebagai rumah tinggal. Ada juga lumbung padi yang berada di belakang rumah adat. Menurut Bu Nurdalifah, dulu daerah disekitar rumah adat ini merupakan daerah persawahan. Ketika ia kecil di sini masih ada aktifitas panen dengan ani-ani, menumbuk padi dan aktifitas tradisional lainnya. 
LUmbung Padi 

Bangunan yang sekarang dijadikan sebagai rumah adat tersebut dulunya adalah tempat tinggal raja-raja Sulawesi Tengah secara turun temurun sejak jaman Belanda dulu. Sekarang fungsi rumah adat tersebut telah berubah sebagai tempat wisata juga upacara adat. 


Bagian bawah rumah adat berupa ruangan terbuka dengan tiang-tiang yang menopang bangunan rumah panggung. Ruangan bagian bawah ini seringkali dipakai untuk tamu-tamu yang tidak tertampung di atas ketika ada upacara adat. 
Rumah Tinggal 

Rumah tinggal yang terletak di samping rumah adat sekarang berfungsi sebagai tempat masak jika ada upacara adat. Di dalam rumah adat terdapat perlengkapan tradisional yang digunakan dalam berbagai acara adat seperti upacara pernikaha, selamatan bayi, sunatan keluarga Raja dan sebagainya. 


Rumah panggung di Sulawesi Tengah memiliki ciri khas bubungan, begitu juga dengan rumah adat ini. Ada 3 bubungan yang dimiliki oleh rumah adat in, dan ini merupakan bubungan yang tertinggi dan paling banyak di Sulawesi Tengah ini. Susunan dan jumlah bubungan rumah tradisional di Sulawesi Tengah menunjukkan derajat sosial pemiliknya. Namun demikian ada satu kesamaan dari rumah tradisional di Sulawesi Tengah yaitu jumlah anak tangga yang selalu ganjil. 


·       
·        
Reaksi:
0

0 komentar:

Posting Komentar