Sabtu, 19 Juli 2014

Naik Pesawat Saat Cuaca Buruk

Ini sudah kesekian kalinya aku naik pesawat, bahkan sudah tidak terhitung lagi dengan jari. Tapi ini untuk pertama kalinya aku naik pesawat dari mulai bandara Soekarno Hatta hingga mendarat di bandara Minangkabau lampu tanda melepas sabuk pengaman terus menyala karena cuaca buruk. Itu artinya penumpang dilarang berdiri meninggalkan tempat duduk karena keadaan di dalam pesawat cenderung tidak stabil alias bergoyang-goyang. 

Cuaca buruk memang sering terjadi. Pada saat seperti ini pesawat serasa berjalan di jalan bebatuan. Kita yang duduk di dalamnya seringkali harus merasakan goncangan yang bisa membuat sport jantung terutama bagi orang-orang yang jarang naik pesawat. Bisa juga membuat orang akan merasa mual dan tidak jarang muntah. Ada juga sih yang sibuk membaca doa agar selamat sampai di tujuan nantinya. Bahkan aku sendiri rasanya ingin turun di tengah jalan seandainya bisa. 

Dalam keadaan seperti ini sebaiknya yang kita lakukan adalah : 

  1. Memejamkan mata , malahan kalau bisa tidur akan lebih baik. Tapi jarang juga sih bisa tidur karena hati pasti deg-degan. 
  2. Makan permen untuk menghindari mual. Biasanya sebelum pesawat take off, pramugari akan membagikan permen pada kita, nah jangan malu-malu untuk mengambil permen sebanyak-banyaknya, karena permen ini bisa menghindarkan kita dari bunyi dengung mesin pesawat dan rasa mual. 
  3. Jangan panik. Karena kalau panik akan mengganggu orang yang duduk di bangku sebelah kita. Apalagi kalau sampai tangan kita refleks memegang orang yang duduk di sebelah. 
  4. Tanya pramugari. Maksudnya adalah menanyakan sejauh mana kondisi cuaca buruk ini, apakah sampai di bandara yang kita tuju atau hanya berlangsung sesaat. Pramugari pasti tahu itu karena kru pesawat selalu bisa memantau kondisi cuaca selama penerbangan. 
  5. Berdoa. Dalam hati aja supaya perasaan kita kembali nyaman. Jangan lebay karena akan mengganggu orang-orang disekitar kita. 
Reaksi:
4

4 komentar:

  1. berdo'anya ko' ngga dijadiin nomer satu ya?...bukankah itu yang paling utama,pasrah dan bertawaqal selalu terutama pada kondisi cuaca buruk gituh...coba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu urutan ngasal kang .... dijadikan nomer berapanya terserah pada masing-masing aja :D

      Hapus