Jumat, 09 Mei 2014

Diary Gino Feruci Kebon Jati Bandung


Bandung selalu punya banyak cerita. Karena jalan-jalan kali ini waktunya banyak dihabiskan untuk urusan pekerjaan, jadi kali ini aku akan lebih banyak bercerita tentang hari-hariku di sebuah Hotel Bandung yang memang bisnis minded banget. 

Maksudnya bisnis minded adalah hotel Gino Feruci ini memang lebih cocok digunakan untuk urusan bisnis.
Ini karena letaknya dekat dnegan stasiun kereta api maupun bandara. Selain itu juga tempat belanja yaitu Pasar Baru. Jadi hotel ini justru rame pada saat hari kerja karena seringkali digunakan oleh group dari luar Bandung untuk keperluan meeting. Tidak heran kalau di akhir pekan hotel ini justru biasa saja jumlah tamunya. 

Hotel ini dekat banget dengan stasiun kereta api Bandung. Bahkan kalau kita keluar lewat pintu Selatan Stasiun kereta Bandung, maka kita bisa berjalan kaki ke hotel ini gak lebih dari 10 menit. Tapi kalau mau menikmati perjalanan, kita bisa kok naik becak. Dengan membayar Rp 10.000 maka kita bisa nyaman sampai ke Hotel. 

Alternatif kedua adalah lewat pintu Utara Stasiun kereta. Di sini ada banyak taksi stasiun yang menawarkan jasanya untuk mengantar. Ada juga sih loket resminya. Biaya taksi di loket adalah Rp 50.000. Tapi kalau kita mau bersusah payah nawar maka kita bisa lho mendapatkan harga Rp 30.000. 

Kalau gak mau repot, ada cara yang lebih mudah dan murah. Yaitu dengan menelpon ke Hotel Gino Feruci (022-4248000) untuk minta dijemput di Stasiun Kereta api atau Bandara. Hanya saja booking penjemputan ini harus dilakukan minimal sehari sebelum hari keberangkatan. Begitu juga kalau pulangnya pengen diantar ke Bandara atau Stasiun Kereta api, kita juga harus memberitahukan minimal sehari sebelumnya. Hotel Gino Feruci ini menyediakan antar jemput GRATIS dari dan ke Bandara maupun Stasiun kereta api. 


Pertama datang sudah disambut dengan jus guava sebagai welcome drink. Setelah check in, petugas hotel yang ramah membantu membawa barangku dan menunjukkan kamar, jadi aku gak perlu khawatir tersesat. Tapi memang kalau mencari kamar di hotel ini gak akan mungkin tersesat karena jarak lift ke kamar yang berada di sebelah kanan dan kirinya tidak begitu jauh. 


Memasuki kamar, kesan pertama adalah bisa  bernafas dengan sangat lega. Ini karena kamarnya yang luas banget untuk ukuran Deluxe. Bahkan kalau boleh aku bilang ini seukuran dengan kamar suite di hotel-hotel lain di mana aku pernah menginap selama ini. Dan ini dibenarkan oleh mbak Cinta dari pihak hotel. Kata dia , kamar Deluxe yang ada di Gino Feruci Kebon Jati ini seukuran dengan kamar Suite yang ada di Gino Feruci Braga. 

Oh ya sebelum lupa, Gino Feruci di Bandung ini ada 2, yang satu di Jalan Braga dan yang satu lagi di Kebon Jati ini. Kalau Gino Feruci yang ada di Braga itu Family minded karena tempatnya memang berada di kawasan wisata di Bandung. Jadi cocok untuk menginap keluarga yang ingin liburan di Bandung. Nah kalau mau booking hotel jangan salah ya. 

Sekarang KAGUM grup yang salah satu hotelnya adalah Gino Feruci ini juga menyediakan Booking online dengan harga yang berada di bawah harga hotel agen. Selain itu kalau kita booking melalui www.kagum-hotel.com maka akan mendapat late check out hingga jam 15.00 dan berbagai service extra lainnya. 


Sekarang lanjut lagi ke kamar yang baru saja aku masuki ya. Satu hal lagi yang melegakan adalah view hotel ini adalah pemandangan kota Bandung yang selalu indah dilihat sepanjang hari. Di dekat jendela ada sofa yang bisa digunakan untuk bersantai. Di sini aku bisa minum kopi sambil menikmati pemandangan kota Bandung dari lantai 8. 

Malam hari makan malam di ruang makan yang  unik. Ruang makan ini sepertinya adalah bangunan jaman Belanda dulu yang masih dipertahankan keasliannya. Ini terlihat dari bentuknya yang terbagi dalam kamar-kamar serta jendela dengan kaca warna-warni. Ada dua bagian ruang makan yaitu smooking area dan non smooking area. Di smoking area terdapat sebuah kolam ikan dengan gemericik air yang menyejukkan. 

Mulai malam ini hingga dua malam lagi, kegiatanku akan banyak dihabiskan di sebuah meeting room yang berada di atas lobby. Sayangnya untuk menuju meeting room ini harus menaiki tangga . Lumayan sebenarnya sambil olah raga tapi ya akhirnya bisa lapar lagi ketika sudah sampai di atas. Apalagi bagi para orang tua, perjalanan menuju meeting room bisa sangat menyiksa karena ada acara mengatur nafas dulu ketika sampai di atas sebelum melanjutkan perjalanan ke dalam ruangan. 


Usai acara berlangsung, di lobby sudah tersedia welcome drink minuman tradisional Bandung yaitu bandrek dan bajigur. Enak banget di nikmati sambil ngobrol di lobby dan makan rebusan. Kalau mau menikmati jalanan Bandung di malam hari, kita gak perlu jauh-jauh pergi kok. Cukup berjalan beberapa langkah dari lobby, di halaman hotel Gino Feruci ini ada sebuah kedai kopi klasik yaitu Kopi Tiam. 

Hari kedua full dengan tugas-tugas dan sebagian besar waktu dihabiskan di ruang meeting. Enaknya, ketika kembali ke kamar, aku bisa beristirahat dengan nyaman sehingga bisa kembali bekerja dengan tenaga penuh. 

Sebenarnya ada juga voucher Karaoke yang diberikan oleh pihak hotel pada saat Check in kemaren. Voucher ini adalah GRATIS ruangan karaoke selama 2 jam dengan minimum pembelian makanan dan minuman di tempat Karaoke sebesar Rp 200.000. Tapi sayangnya hingga malam terakhir voucher itu belum sempat aku pakai karena memang tidak ada waktu luang.

Hari ketiga beban kerja sudah tidak begitu berat. Sayangnya teman sekamarku sakit dan harus kembali ke Jakarta lebih cepat. Beliau menggunakan jasa taksi yang dipanggilkan oleh hotel menuju stasiun. Namun ketika sudah naik kereta beliau baru tersadar kalau tas kopernya masih di dalam taksi. 

Setelah menerima kabar tersebut aku segera menghubungi pihak hotel. Salut dengan para petugas di hotel ini, mereka membantu sepebuhnya menemukan taksi dan membawa koper itu kembali ke hotel tanpa ada kurang satu apapun. Terima kasih banyak ya Gino Feruci Kebon Jati. 

Hari ini aku kembali ke Jakarta dan masih sempat menikmati sarapan di ruang makan. Walaupun telat bangun tidurnya tapi masih sempat mengabadikan matahari terbit dari jendela kamar. 

Kembali teringat pada malam kedua saat bertemu chef yang baik banget dan ramah banget juga masakannya nikmat banget. Belum lagi saat sarapan pagi yang disambut dengan keramahan para petugas ruang makan yang selalu siap melayani dan cepat membersihkan meja dari piring dan gelas yang kotor. 

Menginap di Hotel Gino Feruci Kebon Jati serasa menginap di rumah sendiri. Thanks Gino Feruci Kebon Jati Bandung.  














Reaksi:
4

4 komentar:

  1. Nice Posting ;)

    BalasHapus
  2. Halo Mbak Astri...boleh tau kamar nomor berapa untuk mendapat view kota seperti foto Mbak? Hehe.. -Fanny-

    BalasHapus
  3. Halo Mbak Astri...boleh tau kamar nomor berapa yg dapet pemandangan persis foto Mbak? Hehe..

    BalasHapus