Selasa, 08 Oktober 2013

Wonderful Indonesia - Menikmati Kedamaian Di Petitenget

Pantai Petitenget di siang hari 
Pantai ini tidak seramai panta-pantai lain di pulau dewata, Bali. Bahkan tidak juga banyak orang yang tahu keberadaannya. Namun jika kita pernah sekali saja datang ke sana, maka keinginan untuk datang kembali selalu muncul dalam sanubari. Namun hati-hati bagi wisatawan muslim, karena ada beberapa makanan yang tidak halal yang dijual di sana, jadi jangan lupa bertanya dulu sebelum membeli. 



Pertama kali aku datang ke pantai Petitenget sekitar tahun 2008. Setelah itu setiap  ke Pulau Dewata ini maka kunjungan ke pantai yang berada di desa Kerobokan Kabupaten Badung Bali ini selalu ada dalam agendaku. 

Jembatan menuju pantai petitenget dari area parkir 
Pantai yang terletak di kawasan Seminyak ini memang sepi. Tidak banyak orang berkunjung ke sini. Namun di pantai ini selalu diramaikan oleh upacara keagamaan. Seperti upacara membuang abu jenasah setelah upacara ngaben.

Matahari bersinar cukup terik pada siang hari. Menjelang sore pantai ini sedikit ramai. Para turis asing yang menginap di sekitar pantai ini datang untuk berselancar atau sekedar menikmati sunset. 

Sisa-sisa sesaji 
Pernah pada suatu ketika aku datang ke pantai Petitenget ketika orang-orang selesai melakukan upacara. Sisa-sisa sesaji yang dibuang ke laut masih berserakan di pantai. Beberapa orang nampak bersiap-siap meninggalkan pantai. Sementara yang lainnya masih duduk-duduk di bangunan mirip pendopo yanga da di kawasan pantai tersebut.  
Pendopo di halaman pura kawasan pantai petitenget 
Tidak seperti biasanya, pantai itu sangat ramai. Aroma wangi daging bakar sangat menggoda. Ada beberapa ibu-ibu yang menjual sate. Karena waktu sudah masuk jam makan siang, maka akupun memesan dua porsi sate beserta lontong. Satu porsi untukku dan satu porsi lagi untuk driver yang mengantarku. 
Pedagang sate babi di pantai petitenget

Untunglah aku diantar oleh driver muslim. Ketika aku menyodorkan sate lontong untuknya, driver itu bertanya, "ini sate apa mbak?"


Aku baru sadar kalau aku juga tidak tahu ini sate apa. Dan ketika aku tanyakan kepada si penjual, barulah aku tahu kalau itu sate daging babi. Akupun mengembalikan dua porsi sate lontong itu kepada si penjual. Tentu saja dengan meminta maaf dan membayar sebesar harga 2 porsi sate yaitu Rp 20.000. 

Para Pedagang di Pantai Petitenget usai upacara

Di kawasan pantai Petitenget ini ada sebuah Pura. Namanya Pura Petitenget. Konon dulunya sebelum dibangun pura, kawasan pantai ini sangat angker. Nama Petitenget sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu Peti yang berarti peti atau kotak dan Tenget yang berarti angker. Jadi Petitenget memiliki arti " Peti angker". 

Pada jaman dahulu Resi Dang Hyang Nirarta mengadakan perjalanan ke Pura Uluwatu. Ketika sampai di pantai yang sekarang bernama Petitenget ini, beliau beristirahat sejenak dan bertemu dengan Batara Masceti. Ketika keduanya sedang berbicara, Buto Ijo mengintip dari balik semak-semak. 

Salah satu sisi pintu gerbang pura 

Buto Ijo pun dipanggil dan diberi tugas menjaga Peti Pecanangan (Tempat sirih). Sejak saat itu siapapun manusia yang datang ke tempat tersebut untuk mencari kayu bakar selalu dibuat sakit oleh Buto Ijo. Ini karena Buto jo menganggap siapapun yang datang adalah untuk mengambil Peti Pecanangan yang dijaganya. 

Hingga akhirnya untuk membuat Buto Ijo tidak mengganggu lagi, dibuatlah sebuah Pura. Bangunan suci ini digunakan sebagai tempat pemujaan dan dinamakan Pura Petitenget. 



Pintu gerbang PUra 

Jika kita ingin memasuki Pura ini, maka kita harus memakai kain panjang atau kain Bali. Akan tetapi kalaupun kita tidak membawa kain maka kita bisa menyewanya pada penjaga Pura. 

Salah satu bagian dalam Pura 

Untuk masuk ke dalam area pantai maupun Pura ini kita cukup membayar parkir sebesar Rp 5.000. Tapi jika kita tidak membawa kendaraan tentu saja kita bisa masuk secara gratis. 

Aku di depan Pintu Pura 
Keindahan Bali lainnya bisa dilihat di sini 





Foto-foto adalah koleksi pribadi dengan inspirasi tulisan dari halaman Wonderfull Indonesia , Bali: Destinasi Terbaik Indonesia 

Ingin inspirasi destinasi menakjubkan yang lainnya di Indonesia? Silahkan mampir di Website Indonesia Travel 


Tulisan ini diikutkan dalam Wonderfull Indonesia Blogging Contest


Reaksi:
4

4 komentar:

  1. tempatnya masih asri ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget .... selain asri juga sepi

      Hapus
  2. Salam

    Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    http://www.jelajah-nesia2.blogspot.com

    http://www.jelajah-nesia.blogspot.com

    BalasHapus